Global Climate Action Summit 2018: Menjaga Semangat Perjanjian Paris

gcas(19/09/2018) Pada tanggal 13 September 2018, Negara Bagian California mengadakan acara Global Climate Action Summit (GCAS) di South Moscone, San Francisco, dimana salah satu mahasiswi Pascasarjana IPB dari Program Studi Klimatologi Terapan, Annuri Rossita, mendapatkan kesempatan untuk menghadiri acara sebagai perwakilan pemuda (youth representative) atas dukungan dari The Carbon Institute dan Centre for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia Pacific (CCROM - SEAP) IPB. Acara GCAS dibuka dengan konferensi pers dari Gubernur California, Jerry Brown, dan walikota dari San Francisco, Michael Bloomberg. Dalam konferensi pers, Gubernur Brown dan Walikota Bloomberg menyampaikan rencana dan target ambisius yang dibuat oleh California dan negara bagian Amerika lainnya yang masih ikut andil untuk berpartisipasi memperjuangkan target penurunan emisi setelah keluarnya Amerika dari Perjanjian Paris, dengan menggunakan slogan “We are still in”.

Agenda utama dari Global Climate Action Summit (GCAS) setelah pleno pembuka terdiri dari beberapa sesi diskusi tinggat tinggi (high-level discussions) yang dilakukan secara parallel dengan topik tertentu. Terdapat banyak pembicara mumpuni yang mengisi agenda diskusi. Pada diskusi bertema Green and Healthy Street, beberapa Walikota yang berpartisipasi dan menjadi bagian dari C-40 Cities, kota yang berkomitmen untuk mengintegrasikan pembangunan kota dengan perubahan iklim, membagikan renacana dan program yang mereka miliki yang juga melibatkan NGO, pemerintah, dan pihak swasta untuk turut serta menjalankan program. Pada akhir diskusi, Rebecca Moore, Direktur dari Google Earth menyampaikan beberapa proyek yang sedang dijalankan oleh Google Earth untuk mendukung program healthy city. Selain melakukan pemetaan NO2 untuk mrngindikasikan polusi udara dan kejadian kebakaran (https://www.edf.org/airqualitymaps), Google Earth kini tengah bekerja untuk mengestimasikan potensi energi matahari yang diterima pada setiap atap di kota dengan mempertimbangan pergerakan diurnal matahari dan mengestimasikan potensi energi yang dapat dikembangkan. Pada tema diskusi yang berbeda, “Forest of Knowledge”, beberapa pembicara menyatakan pentingnya untuk melibatkan peran masyarakat lokal dalam menjalankan kegiatan restorasi dan konservasi. Tercantumnya program restorasi dan konservasi hutan kedalam rencana mitigasi menjadi tantangan tersendiri untuk menghadapi munculnya dua sisi mata uang berbeda antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat deforestasi. Namun, hal ini dapat dijadikan peluang tersendiri bagi pemerintah untuk melibatkan pihak swasta dalam menjalan program mitgasi. Sehingga, kegiatan mitigasi dapat layak secara ekonomi dan politik. (AR)

Dilengkapi dengan sesi pleno dan diskusi tingkat tinggi, California sukses mengumpulkan seluruh delegasi yang memiliki perhatian yang sama terhadap perubahan iklim pada acara GCAS untuk menjaga semangat Perjanjian Paris, yakni mempertahankan peningkatan suhu pada titik batas 1.5℃, sebelum Conference of Parties (COP) ke 24 dilakukan di Katowice, Polandia, pada Desember mendatang.